Followers

Wednesday, January 5, 2011

KEBINASAAN LIDAH YANG KEDUA

| Post views: counter
cash
amal jariah ku
(since 05/01/2011)



Kebinasaan Kedua:


الآفة الثانية فضول الكلام

Kebinasaan yang kedua...
Iaitu berlebih-lebih perkataan...
Iaitu mengarang perkataan yang lebih daripada sekira-kira hajat yang terkaya daripadanya.


Mengambil tahu tentang hal orang lain merupakan perkara yang tercela juga...
Iaitu mencampuri urusan orang lain yang tiada kena-mengena dengan diri kita...
Ataupun jika perkara itu memang ada berkaitan dengan diri kita...
Tetapi kita telah berlebih-lebihan dari kadar yang perlu...


Perkara yang mengenai diri kita itu dapat dibicarakan dengan kata-kata yang ringkas...
Dan dapat juga dihuraikan secara meleret atau berulang-ulang...
Maka apa yang dapat dihuraikan dengan satu perkataan...
Jika ditambah menjadi dua perkataan...
Maka perkataan yang kedua itu adalah fudhul...

Yakni berlebihan-lebihan dari kadar yang perlu...
Dan ini ini juga adalah tercela...
Sebagaimana yang telah diterangkan di atas...
Meskipun ia bukanlah dosa atau bahaya...

Ketahuilah bahwa fudhul...
Atau kata-kata yang berlebihan-lebihan itu...
Tidak ada batasan yang tertentu...
Tetapi yang penting untuk kita...
Mengetahui ialah apa yang tertera...
Di dalam kitab Allah Ta’ala dalam firmanNya:

لاَّ خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلاَّ مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَحٍ بَيْنَ ٱلنَّاسِ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْراً عَظِيماً


“Tidak ada gunanya pada kebanyakkan dari bisikan-bisikan mereka...
Melainkan sesiapa yang menyuruh memberi sedekah atau berbuat baik...
Ataupun mengadakan perdamaian antara bangsa manusia...”
(an-Nisa’: 114)

Bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

طوبى لمن أمسك الفضل من لسانه وأنفق الفضل من ماله – رواه البيهقي والبزار، ضعيف ,العراقي


“Berbahagialah sesiapa yang menahan fudhul (berlebih-lebihan)....
Dari lidahnya dan membelanjakan kelebihan dari hartanya....”

Cuba anda perhatikan...
Bagaimana manusia menterbalikkan perkara ini....
Mereka lebih suka menahan kelebihan harta kekayaan mereka [daripada diinfaqkan]...
Dan melepaskan secara berwenang-wenang kata yang berlebihan-lebihan dari lisannya...

Berkata Atha’:

" Orang-orang yang mulia sebelum kamu...
Sangat membenci berlebihan-lebihan dalam tutur kata... 
Mereka menganggap semua kata-kata itu adalah fudhul...
Selain kata-kata dari kitab Allah, sunnah Rasulullah...

Ataupun suruhan berbuat kebajikan...
Cegahan dari berbuat kemungkaran...
Ataupun berkata sesuatu yang perlu...
Dalam kehidupanmu...
Yang tidak boleh tidak mesti kamu lakukan....

Apakah kamu mahu mengingkari...
Adanya Malaikat penjaga kiraman katibin...
(Malaikat-malaikat yang mulia sebagai pencatit)...
Yang berada di kanan dan di kiri...

Apa yang disebutkan dari kata-kata...
Melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid....
Tidakkah seseorang kamu merasa malu...
Bila diserahkan buku catatannya kelak...
Telah terpenuhi di dalamnya...
Bahwa segala perbuatannya di siang hari...
Kebanyakkannya bukan daripada....
Urusan-urusan agamanya ataupun dunianya..."


Berkata Ibnul Umar:

" Perkara yang paling patut disucikan oleh seseorang ialah lidahnya...."



Dalam sebuah atsar pula:

" Tiada seseorang pun yang diberikan sesuatu...
Yang paling jelek daripada sifat berlebihan-lebihan dari lidahnya..."


Rujukan link: http://al-fanshuri.blogspot.com/search/label/Kebinasaan%20Lidah








Wassalam
rosniza jusoh




.

No comments: